Masjid Islamic Center Samarinda


Minggu, 31 Juli 2011

Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid yang terletak di Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal Jakarta.

Masjid Islamic Center Samarinda di Sore Hari

Masjid ini dahulunya bernama Masjid Raya Darussalam Samarinda, yang menjadi masjid terbesar di Kota Samarinda selama hampir 80 tahun lebih sejak berdiri tahun 1925 silam sebelum akhirnya tergantikan oleh Masjid Islamic Center Samarinda.

Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center Samarinda terletak di Jalan Slamet Riyadi ini memiliki latar depan berupa Tepian Sungai Mahakam. Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Lokasi ini sebelumnya merupakan lahan bekas areal penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Masjid Islamic Center Samarinda di Malam Hari

Bahan bangunan pun konon dipilih yang kelas tinggi. Bangunan ini digagas secara kontroversial oleh Gubernur Kalimantan Timur beberapa tahun lalu yaitu Suwarna AF. Konon memakan total biaya 7 triliun rupiah lebih dari APBD Provinsi Kaltim. Jika kita masuk kota Samarinda melalui jembatan Mahakam maka ikon ini akan langsung terlihat berdiri megah di pinggir sungai lebar ini. Dan belakangan ini menjadi land mark bagi ibu kota provinsi Kalimantan Timur.

Masjid Islamic Center Samarinda di Menjelang Malam Hari

Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.

Sumber : id.wikipedia.org

Iklan

One response to this post.

  1. Posted by timi on Juli 31, 2011 at 9:44 am

    saya suka artikelnya, terimkasih…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: